Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Saturday, October 23, 2010

Hakikat Cinta Menurut Islam

Cinta itu laksana pohon di dalam hati. Akarnya adalah ketundukan kepada kekasih yang dicintai, dahannya adalah mengetahuinya, rantingnya adalah ketakutan kepadanya, daun-daunnya adalah malu kepadanya, buahnnya adalah ketaatan kepadanya dan air yang menghidupinya adalah menyebut namanya. Jika di dalam cinta ada satu bahagian yang kosong berarti cinta itu berkurang. Apabila Allah s.w.t. cinta kepada kita maka seluruh makhluk di langit dan di bumi akan mencintainya bertepatan dengan hadith dari Abu Hurairah bahawa Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda yang bermaksud: “Jika Allah s.w.t. mencintai seseorang hamba, maka Jibril berseru, “Sesungguhnya Allah s.w.t. mencintai Fulan, maka cintailah dia!” Maka para penghuni langit mencintainya, kemudian dijadikan orang-orang yang menyambutnya di muka bumi.” [Riwayat Bukhari dan Muslim] Dalam Sunan Abu Daud dari hadith Abu Dzar r.a., dia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Amal yang paling utama ialah mencintai kerana Allah s.w.t. dan membenci kerana Allah s.w.t.” Imam Ahmad berkata: “Kami diberitahu oleh Isma’il bin Yunus, dari Al-Hassan r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Demi Allah, Allah s.w.t. tidak akan mengazab kekasih-Nya, tetapi Dia telah mengujinya di dunia.” Bagaimanakah yang dikatakan hakikat cinta itu? Banyak mengingati pada yang dicintai, membicarakan dan menyebut namanya. Apabila seseorang itu mencintai sesuatu atau seseorang, maka sudah tentu beliau kan sentiasa mengingatinya di hati atau menyebutnya dengan lidah. Oleh yang demikian, Allah s.w.t. memerintahkan hamba-hamba-Nya sgsr mengingati-Nya dalam apa keadaan sekalipun sebagaiman yang difirmankan oleh Allah s.w.t.: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan).” [Al-Anfaal:45] Tunduk pada perintah orang yang dicintainya dan mendahulukannya daripada kepentingan diri sendiri. Dalam hal ini, orang yang mencintai itu ada tiga macam: 1. Orang yang mempunyai keinginan tertentu dari orang yang dicintainya. 2. Orang yang berkeinginan terhadap orang yang dicintainya. 3. Orang yang berkeinginan seperti keinginan orang yang dicintainya. Inilah yang merupakan tingkatan zuhud yang paling tinggi kerana dia mampu menghindari setiap keinginan yang bertentangan dengan orang yang dicintainya. Firman Allah s.w.t.: “Katakanlah (Wahai Muhammad): “Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” [A’li Imran:31] Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Rasul s.a.w. bersabda: “Akan timbul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang-orang lain pakaian yang dibuat daripada kulit kambing (berpura-pura zuhud daripada dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan percakapan mereka lebih manis daripada gula. Pada hal hati mereka adalah hati serigala (mempunyai tujuan-tujuan yang jahat). Allah s.w.t. berfirman kepada mereka: Apakah kamu tertipu dengan kelembutanKu? Apakah kamu terlampau berani berbohong kepadaKu? Demi KebesaranKu, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri sehingga orang ‘alim (cendikiawan) pun akan menjadi bingung (dengan sebab tekanan fitnah itu)” [Riwayat At-Tirmidzi] Ibnu Abbas berkata: Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar tidak meredhai kemungkaran yang berlaku di tengah-tengah mereka. Apabila mereka mengakui kemungkaran itu, maka azab Allah akan menimpa mereka semua, baik yang melakukannya mahupun orang-orang yang baik. Umar Ibn Abdul Aziz berkata: Bahawa sesungguhnya Allah tidak mengazab orang ramai dengan sebab perbuatan yang dilakukan oleh orang-oeang perseorangan. Tetapi kalau maksiat dilakukan terang-terangan sedangkan mereka (orang ramai) tidak mengingatkan, maka keseluruhan kaum itu berhak mendapat seksa. “Sesungguhnya Allah telah memfardhukan pelbagai perkara wajib, maka janganlah kamu mengabaikannya, dan telah menetapkan had bagi beberapa keharusan, maka janganlah kamu melewatinya, dan juga telah mengharamkan beberapa perkara, maka janganlah kamu mencerobihinya, dan juga telah mendiamkan hukum bagi sesuatu perkara, sebagai rahmat kemudahan buat kamu dan bukan kerana terlupa, maka janganlah kamu menyusahkan dirimu dengan mencari hukumannya”( Riwayat Ad-Dar Qutni, ; Ad-Dar Qutni : Sohih, An-Nawawi : Hasan ) Mencintai tempat dan rumah sang kekasih. Di sinilah letaknya rahsia seseorang yang menggantungkan hatinya untuk sentiasa rindu dan cinta kepada Ka’abah dan Baitulahhilharam serta masjid-masjid sehinggakan dia rela berkorban harta dan meninggalkan orang tersayang serta kampung halamannya demi untuk meneruskan perjalanan menuju ke tempat yang paling dicintainya. Perjalanan yang berat pun akan terasa ringan dan menyenangkan. Bukannya seperti kebanyakan daripada manusia zaman ini yang lebih cintakan harta benda daripada apa yang sepatutnya mereka cintai. Daripada Tsauban r.a berkata: Rasul s.a.w. bersabda: “Hampir tiba suatu masa dimana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka. Maka salah seorang sahabat bertanya: Apakah dari kerana kami sedikit pada hari itu? Nabi s.a.w. menjawab: Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama nuih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gerund terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit “wahan”. Seorang sahabat bertanya: Apakah “wahan” itu hai Rasul s.a.w? Nabi s.a.w. menjawab: Cinta dunia dan takut mati” [Riwayat Abu Daud] Mencintai apa yang dicintai sang kekasih. Dengan mematuhi segala perintah Allah s.w.t. serta mengamalkan sunnah Rasulullah s.a.w. “Wahai orang-orang yang beriman! masuklah kamu ke dalam agama Islam (dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah syaitan; Sesungguhnya syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata” [Al-Baqarah:208] Berkorban untuk mendapatkan keredhaan sang kekasih Keimanan seseorang muslim itu akan lengkap sekiranya dia mencintai Rasulullah s.a.w. dengan hakikat cinta yang sebenar. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak beriman seorang daripada kalian sehingga aku menjadi orang yang lebih dicintainya daripada (cintanya kepada) anak dan bapanya serta sekelian manusia” [Riwayat Asy-Syaikhany, An-Nasaai, Ibnu Majah dan Ahmad] Barangsiapa yang lebih mementingkan orang yang dicintai, maka beliau sanggup berkorban nyawa sekalipun demi untuk membuktikan kecintaannya itu kepada sang kekasih yang dicintainya. Oleh yang demikian, kedudukan iman seseorang masih belum dianggap mantap kecuali menjadikan Rasulullah s.a.w. sebagai orang yang paling mereka cintai, lebih besar dari cinta kepada diri mereka sendiri apalagi cinta kepada anak dan seterusnya keluarga dan harta benda. Firman Allah s.w.t.: “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri[1200] dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik[1201] kepada saudara-saudaramu (seagama). adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah)” [1200] Maksudnya: orang-orang mukmin itu mencintai nabi mereka lebih dari mencintai diri mereka sendiri dalam segala urusan. [1201] yang dimaksud dengan berbuat baik disini ialah berwasiat yang tidak lebih dari sepertiga harta. [Al-Ahzab:6] Cemburu kepada yang dicintai. Orang yang mencintai Allah s.w.t. dan Rasul-Nya sentiasa cemburu hatinya apabila hak-hak Allah s.w.t. dan Rasul-Nya dilanggar dan diabaikan. Dari kecemburuan inilah timbulnya pelaksanaan amal makruf dan nahi mungkar. Oleh kerana itulah, Allah s.w.t. menjadikan jihad sebagai tanda cinta kepada-Nya. Firman Allah s.w.t.: ”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui” [Al-Maaidah:54] Menghindari hal-hal yang merenggangkan hubungan dengan orang yang dicintai dan membuatnya marah. ”Hai nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan bertawakkallah kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara” [Al-Ahzab:1-3] ”Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)” [106] yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah. [Al-Baqarah:165] “Sesudah itu, patutkah mereka berkehendak lagi kepada hukum-hukum jahiliyah? padahal – kepada orang-orang yang penuh keyakinan – tidak ada sesiapa yang boleh membuat hukum yang lebih pada daripada Allah” [Al-Maaidah:50] “Dan janganlah kamu makan (atau mengambil) harta (orang-orang lain) di antara kamu dengan jalan yang salah, dan jangan pula kamu menghulurkan harta kamu (memberi rasuah) kepada hakim-hakim kerana hendak memakan (atau mengambil) sebahagian dari harta manusia dengan (berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui (salahnya)” [Al-Baqarah:188] Daripada Abu Hurairah r.a. katanya: aku mendengar Rasul s.a.w. bersabda: “Umatku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pernah menimpa umat-umat terdahulu. Sahabat bertanya: Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu? Nabi s.a.w. menjawab: Penyakit-penyakit itu ialah (1) terlalu banyak seronok (2) terlalu mewah (3) menghimpun harta sebanyak mungkin (4) tipu menipu dalam merebut harta benda dunia (5) saling memarahi (6) hasut-menghasut sehingga jadi zalim menzalimi” [Riwayat Al-Hakim]
[Dipetik dari buku Cinta dan Rindu oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah / Al-Hikam oleh Syeikh Ibn Ata'illah Al-Sakandari]

Sunday, October 17, 2010

Cerpen hasil nurkilanku yang pertama...

Hasil nurkilanku…tiba-tiba rasa nak menulis..sila komen la kalau ada yang tak kena..pertama kali berkarya..

Sudah menjadi kebiasaan bagiku melawat rumah sepupuku pada hari raya pertama. Selesai solat sunat aidilfitri aku segera ke rumah sepupuku. Aku memang rapat dengan sepupuku. Aku asyik bersembang pagi tu. Seronok sangat. Sedang aku bergelak ketawa dengan sepupu aku, Atikah, tiba-tiba kedengaran bunyi kereta yang berhenti di depan rumah sepupuku…

Aku dan Atikah segera bangun dan melihat sebuah kereta Sorento berwarna hitam dan bercermin gelap. Macam orang kaya je ni. Bisik hatiku. Aku tengok nombor pendaftaran kereta itu pun dah buat aku gerun. Apa tidaknya MM 10 nombornya. Memang sah orang kaya. Atikah ada memberitahu aku yang kawan lamanya ingin datang beraya pada hari ini. Kawannya itu boleh datang hari ini dan beria-ia nak datang hari ini. Mungkin ini orangnya kot. Hatiku berbisik lagi. Tiba-tiba seorang lelaki segak berkaca mata keluar dari kenderaan hitam itu.

La kau rupanya Mazlan..Ikah menyahut.
Aku dah janji kan nak datang hari ini. Aku tak mungkir janji. Pemuda itu menjawab.
Keluar lagi seorang dari kenderaan itu sahabat Mazlan dan merupakan kawan sepupu aku juga.
Jemputlah masuk rumah. Atikah memangil kawannya itu. Aku hanya duduk diam ditempat dudukku. Baru saja aku mengangkat tubuhku untuk beredar dari situ, tiba-tiba Atikah melarangku.

Nadia, kau nak pergi mana?
Aku nak balik lah. Tak nak lah ganggu. Lagipun aku tak kenal mereka semua.
Tak apalah. Kau duduk sekali dengan kami. Mereka ni kawan aku. Boleh kau berkenalan. Tak payah pergi mana-manalah.

Aku hanya duduk diam ditempat duduk aku tadi. Aku tengok mereka bertiga rancak berbual. Aku hanya berdiam diri sahaja. Nadia, kenapa senyap je? Tiba-tiba suara pemuda yang bernama Mazlan itu menyebut namaku. Aku malu dan hanya tersenyum. Mazlan, sepupu aku ni pemalu orangnya. Dia ni tak suka keluar rumah. Perempuan melayu terakhir katakan. Atikah memerliku dan aku hanya tersenyum. Mazlan melihatku tidak putus-putus. Muka aku mula merah. Aku rasa mahu lari je dari situ. Eh kau ni Mazlan duk tengok-tengok sepupu aku macam tu kenapa? Dah berkenan ke? Kata-kata Atikah itu membuatkan aku berdebar-debar dan takut. Kau dah berkenan ke Mazlan? Kawan Mazlan bertanya dengan nada memerli. Kau diamlah Badrul. Kau tak tau apa-apa. Mazlan mencelah.

Tiba-tiba Mazlan memanggilku.
Nadia, kenapa senyap? Malu dengan kami ke?
Aku hanya menjawab tak ada apa-apa.
Nadia umur berapa?
27, Atikah yang menjawab. Biar aku je yang jawab. Aku tahu pasal dia.
Boleh tak saya nak pergi rumah awak? Tiba-tiba Mazlan mengajukan soalan begitu padaku. Aku terdiam dan terkejut. Aku tiba-tiba mengeluarkan kata ‘tidak boleh’.
Kenapa tidak boleh?

Aku memberanikan diri aku untuk menjawab tapi aku memang malu dengan lelaki. Seumur hidup aku itulah kali pertama aku bercakap dengan lelaki begitu dekat. Maklumlah aku hanya menamatkan PMR sahaja. Disebabkan kemiskinan keluargaku aku terpaksa berhenti sekolah. Kini aku belajar menjahit dan bekerja sebagai penjaga kedai. Hanya itu yang aku mampu lakukan dengan kelulusan aku. Atikah menceritakan semuanya mengenai aku kepada Mazlan di depanku. Aku tidak malu kerana aku memang nak orang tahu keadaan sebenar aku. Tiba-tiba Mazlan mengajak sepupu aku dan aku sekali pergi ke rumah aku. Mazlan nak berjumpa dengan ibuku. Aku hanya ada ibu dan empat orang adik. Ayahku dah lama meninggal.

Aku hanya mengikut sahaja kemahuan Mazlan. Memang aku nak dia tahu keadaan aku. Dengan harapan dia tidak akan meminatiku. Aku dan Atikah duduk ditempat belakang kereta. Begitu mewah kereta ini. Inilah kali pertama aku merasa menaiki kereta. Jarak rumah aku dengan rumah Atikah dekat sahaja. Tak sampai dua minit dah sampai. Inilah rumahnya Mazlan. Atikah menunjukkan rumahku kepada Mazlan. Mazlan terus memberhentikan kereta. Sangkaan aku mungkin betul. Mungkin Mazlan jijik melihat rumahku yang begitu usang. Rumah aku begitu kecil. Bilik air tidak ada. Mazlan keluar dari keretanya tanpa mempedulikan kami semua. Mazlan memberi salam dan ibuku menyahut.

Mak cik, mak cik ni ibu nadia ke? Mazlan bertanya ibuku.
Ya nak. Kenapa? Itu anak mak cik yang anak bawa tu.
Jemputlah naik nak. Rumah mak cik ni kecil. Hati-hati nak.
Tak apa mak cik. Saya tak kisah. Saya datang ni ada hajat.
Aku hanya duduk di sebelah ibuku. Hatiku mula berdebar-debar. Teringat ejekan sepupuku dan kawannya tadi mengenai Mazlan berkenan kepadaku. Aku takut kalau-kalau betul apa yang mereka sangkakan itu. Aku tidak tahu nak jawab apa nanti. Apa-apa pun aku ikut apa yang ibuku gembira.
Nadia, buatkan air untuk mereka ni. Ibuku menyuruhku membuatkan minuman kepada mereka.
Aku dengan cepat-cepat membuat minuman dan bawakan kuih. Aku ingin sangat mengetahui tujuan Mazlan berjumpa ibuku. Seperti biasa aku hanya duduk di sebelah ibuku. Hanya itu sahaja tempat bagi aku yang merupakan seorang pemalu. Tiba-tiba ibuku bertanya kepadaku.

Nadia, Mazlan ni nak kat kau. Macam mana?kau setuju tak?
Rupa-rupanya aku dah ketinggalan apa yang mereka bualkan tadi. Sangkaanku betul apa yang aku agak tadi. Aku tak dapat terima apa yang ibuku tanya tadi. Aku memang takut. Tidak pernah aku berkenalan dengan lelaki. Tidak pernah aku mempunyai perasaan terhadap lelaki. Hidup aku hanya bekerja dan belajar menjahit. Mana mungkin aku nak jatuh cinta pada Mazlan. Hatiku berbisik.
Aku melihat wajah ibuku begitu gembira. Aku tidak sanggup menghampakan ibuku. Aku hanya tersenyum.

Kata orang senyum tu tanda setuju. Jawab kawan lelaki Mazlan itu.
Aku menganggukkan kepala tanda setuju. Aku setuju kerana ibuku. Aku setuju kerana aku nak ibuku senang. Atikah terkejut lantas menarik tanganku. Aku dibawa Atikah ke dapur.
Betul ke kau setuju ni? Sepupu aku bertanya.
Sebenarnya aku takut. Aku takut dengan ni semua. Aku hanya nak ibuku bahagia dan senang. Aku tak kisah mengenaiku. Atikah memberitahuku yang Mazlan ni seorang yang baik, jujur dan kelakar. Hatiku mula senang apabila diberitahu demikian. Bagiku cukuplah dia seorang yang baik. Sekurang-kurangnya hidup aku tidak sia-sia. Namun, aku tidak mencitai dia. Aku berpura-pura menyukainya. Apa yang aku buat ni? Apa yang aku harus lakukuan? Aku dan Atikah menuju ke ruang tamu. Aku melihat wajah ibuku sangat gembira. Tiba-tiba aku tersenyum lebar. Mazlan merenungku membuatkan aku malu sangat. Hatiku hanya mampu berbisik aku pasrah.

Macam ni mak cik..saya nak langsungkan perkahwinan kami pada pertengahan bulan lima. Mak cik setuju tak? Mazlan seolah-olah mendesak ibuku.
Mak cik tak kisah. Mak cik pun dah tahu asal usul kamu daripada cerita Atikah tadi. Mak cik rasa mak cik tak salah dah bersetuju untuk menikahkan anak mak cik kepada Mazlan. Tapi masalahnya mak cik tak ada apa-apa. Mak cik rasa mak cik tak nak buat besar-besar. Tak nak buat kenduri. Tengoklah rumah mak cik ni. Orang naik pun segan.
Tak apa mak cik. Saya akan panggil orang untuk membaiki rumah mak cik. Mak cik jangan bimbang. Semuanya saya akan tanggung. Saya ikhlas nak anak mak cik. Saya juga ikhlas mengangap mak cik sebagai ibu saya.

Hatiku begitu gembira mendengar ucapan Mazlan tadi. Aku hanya mampu tersenyum dan mengharapkan aku bahagia suatu hari nanti. Setelah lama berbual, Mazlan pun ingin beredar kerana mendapat panggilan daripada ibunya. Entah apa yang pentingnya yang begitu tergesa.

Saya pulang dulu ya mak cik.
Elok-elok nak. Ada masa datang la lagi.
Mazlan dan kawannya itu beredar. Aku memeluk ibuku seerat-eratnya. Aku mengeluarkan air mata. Ibuku hairan lalu bertanya..kenapa ni nadia? Aku tersenyum lantas menjawab dalam keadaan terpaksa ‘ Nadia gembira mak’. Ibuku mula tersenyum. Hatiku meronta kesedihan. Hidupku tidak seceria dulu.

Seminggu selepas itu, datang seorang tukang rumah ke rumahku. Dia memperkenalkan dirinya sebagai tukang rumah yang diupah oleh Mazlan untuk membaiki rumahku. Dia melihat keadaan rumahku dan menganggar jumlah barang yang diperlukan. Pelan rumahku ditunjukkan kepada aku dan ibuku. Rupa-rupanya pelan itu sudah direka khas oleh Mazlan. Menurut pelan itu, rumahku nanti bakal ada empat bilik dan dua bilik air. Sungguh cantik rumahku nanti. Bisik hatiku. Wajah ibuku sangat gembira. Aku tersenyum gembira. Sepanjang rumahku dibaik pulih, Mazlan tidak pernah pun menjengguk. Aku tidak pernah pula berhubung dengannnya. Aku ni orang miskin. Telefon pun tak ada. Aku tidak kisah akan hal itu. Yang menjadi masalah bagiku ialah bagaimana aku nak hidup dengan lelaki yang aku tidak cintai. Aku begitu susah hati.

Sudah empat bulan berlalu. Rumahku sudah siap sepenuhnya. Tiba-tiba kereta yang pernah aku lihat datang ke rumahku. Kereta serba hitam dan dua buah lagi kereta mewah menuju ke rumahku. Aku mula teringat yang kereta serba hitam itu milik Mazlan. Hatiku mula berdebar-debar. Agaknya kali ni rombongan meminang aku. Bisik hatiku.
Ibuku sudah terpacak berdiri di hadapan rumah tersenyum lebar. Aku terus berlari masuk ke dalam bilikku. Hatiku mula cemas.

Assalamualaikum…
Waalaikumusalam…ibuku menjawab.
Aku mengintai melalui pintu tingkap bilikku. Sangkaanku tepat sekali. Aku melihat semua orang yang keluar daripada kereta berpakaian segak. Terlihat ada yang membawa bunga dan hadiah seperti rombongan meminang.
Maafla ganggu. Kehadiran kami tidak diundang. Kami datang ada hajat yang tidak ternilai tinggi bagi kami sekluarga. Anak manja keluarga kami ni berhajat sangat. Salah seorang berkata-kata kepada ibuku. Mungkin ayah dia kot. Bisik hatiku lagi.
Jemputlah masuk. Saya dah kenal nak Mazlan ni. Ibuku menjawab.
Walaupun berstatus kaya, namun mereka semua tidak sombong. Mereka mula menjejakan kaki masuk ke rumahku. Ibuku menyuruhku membuat minuman. Seperti biasa adat meminag dimulakan oleh keluarga Mazlan. Ibuku yang tidak pandai hanya mengikut sahaja. Aku tidak mengambil tahu apa yang dibualkan mereka. Aku hanya duduk di dalam bilik dan merenung masa depan hidupku yang akan datang.

Nadia…oh Nadia..
Aku terkejut dari lamunan. Aku terdengar suara seolah-olah ibuku memanggilku. Rupa-rupanya memang betul itu suara ibuku. Aku dengan lantas menuju kepada ibuku.
Inilah anak mak cik yang Mazlan berkenan tu. Nadia namanya. Ibuku memperkenalkan aku kepada keluarga Mazlan. Aku bersalam dengan ibu dan kakak-kakak Mazlan. Semuanya baik-baik belaka.
Nadia, kami dah berbincang tadi. Kami dah tetapkan perkahwinan kamu pada bulan depan. 22 Mei. Aku terkejut dan seperti biasa aku hanya mengeluarkan senyuman. Aku terus menuju ke bilikku. Ibuku mula berkata..biasalah malu tapi mahu. Mereka semua gelak ketawa.
Hatiku mula cemas. Terikh perkahwinanku dah dekat. Aku begitu takut. Aku ni apalah sangat nak dibandingkan dengan Mazlan. Mazlan seorang cikgu dan mempunyai perniagaan sendiri. Aku ni hanya lulusan PMR. Lagipun aku tidak mencitainya. Aku berasa pelik kenapa Mazlan mencintaiku. Dia tu hensem dan kaya. Dia boleh dapat yang lebih baik daripadaku. Apa-apa pun aku terpaksa teruskan perkahwinan ini. Aku tak kan malukan ibuku.

Tibalah hari yang mendebarkan aku. Aku dimekap oleh jurumekap yang telah dibayar oleh Mazlan. Rumahku dihias cantik. Semuanya duit Mazlan. Kenduri pun memang agak besar. Aku tidak peduli semua itu. Hatiku menjerit waktu ini. Ingin aku melarikan diri tapi aku sayang ibuku. Aku tak habis-habis menatap wajah ibuku. Ibulah permata hatiku walaupun aku akan terpisah jauh dengan ibuku nanti. Sudah tentu aku akan dibawa Mazlan ke tempat dia mengajar iaitu kat Johor. Rindulah aku nanti kat ibuku. Semuanya sudah selesai. Mazlan dengan senang menglafazkan ucapan akad nikah. Kini aku sah bergelar isteri Mazlan.

Selesai semua kenduri tinggallah aku bersama-sama Mazlan dan keluarganya. Keluarganya turut pulang setelah semuanya selesai. Aku bersalam dengan ibu mertuaku. Memang baik orangnya. Kakak-kakak Mazlan pun baik. Bahagia juga aku rasa. Abang-abang ipar Mazlan juga sporting. Siap bergurau lagi. Malam nanti jangan gelojoh. Kata salah seorang abang iparnya. Kata-kata itu membuatkan aku takut. Aku takut nak hadapi malam.

Selesai bersalaman dan berpeluk mereka pun beredar. Kini hanya tinggal Mazlan dan aku. Ibuku sudah masuk ke dapur. Mazlan memegang tanganku. Aku terkejut lantas lari masuk ke dalam bilik. Mazlan masuk ke dalam bilikku. Aku mula cemas. Aku ingatkan dia nak apa-apakan aku. Rupa-rupanya dia masuk hanya nak solat asar. Aku keluar bilik meninggalkan Mazlan untuk solat asar. Jam menunjukkan pukul enam. Selesai Mazlan solat asar, Mazlan mendampingiku yang sedang seronok menonton televisyen. Aku menjauhkan diri daripadanya. Tiba-tiba ibuku memanggilku. Hatiku begitu lega. Akhirnya dapat juga aku melarikan diri daripada Mazlan. Aku disuruh ibuku untuk menyiapkan makan malam.

Setelah selesai solat maghrib dan isyak berjemaah, kami pun menjamu selera untuk makan malam. Mazlan menjadi imam solat tadi. Bagus juga Mazlan ni rupanya. Aku tersenyum seketika. Selesai makan, Mazlan menonton televisyen bersama adik-adiku. Adik-adikku seolah-olah gembira dengan kehadiran Mazlan. Sementara aku pula sibuk membantu ibuku mengemas dapur. Sejurus selesai sahaja mengemas dapur aku terus masuk bilik tidurku dan menyelimutkan diriku untuk tidur. Tidak lama kemudian pintu bilikku dibuka. Aku mula berasa takut dan aku buat-buat tidur. Mazlan yang membuka pintu tadi masuk menguci pintu lantas menuju ke arahku.

Dah tidur ke sayang? Mazlan membisik kat telingaku.
Aku terdiam dan memejamkan mata. Mazlan dah putus asa terus tidur di sebelahku. Aku berasa bersalah tetapi aku tidak bersedia untuk itu dan tidak rela. Hampir seminggu keadaan kami begitu. Namun, Mazlan tetap bersabar denganku. Dia seolah-olah faham perasaanku.
Seminggu aku bersama ibuku. Tibalah masa untuk aku meninggalkan ibuku kerana Mazlan akan mula mengajar lusa. Hatiku berat untuk meninggalkan ibuku tetapi aku terpaksa. Setibanya aku di rumah Mazlan, aku seperti biasa memperlakukan Mazlan seperti di rumahku. Mazlan begitu baik dan menerima. Hampir sebulan aku bersama Mazlan tetapi Mazlan masih belum berpeluang menjamahku. Aku rasa bersalah tetapi aku tidak dapat merelakan lagi. Bagiku Mazlan memang baik.

Tiba-tiba aku mendapat berita daripada sepupu aku, Atikah yang ibuku hidup dalam kesempitan. Kesempitan dengan masalah kewangan ditambah lagi adikku dimasukkan ke hospital disebabkan jantung berlubang. Walaupun Mazlan sudah berkali-kali menyuruhku menghantar duit kepada ibuku tetapi aku hanya mampu menipu yang aku sudah mengirimnya. Hakikatnya aku tidak pernah mengirim pun. Aku sebenarnya tak nak guna duit Mazlan untuk ibuku. Lagipun aku begitu marah dengan ibuku yang bersetuju menikahkan aku dengan Mazlan walaupun aku yang bersetuju. Aku berdendam dengan ibuku. Sekarang aku memang bimbang akan keadaan ibuku sebenarnya. Apa dosa yang aku buat ni…aku biarkan ibu kandungku merana sedangkan aku senang-lenang di sini. Aku dah berdosa kepada ibuku. Berdosa kepada Mazlan. Aku memang teringin nak kirim duit untuk ibuku tetapi aku tak nak guna duit Mazlan. Dia bukan lelaki yang aku cintai dan aku tidak pernah mengangapnya sebagai suamiku dan menantu kepada ibuku dan ditambah lagi dengan perasaan marah tak terhingga kepada ibuku kerana mempersetujui pernikahan ini. Setelah aku mendapat berita itu, aku hanya mampu bersedih dan menangis. Aku akan menangis di dalam bilik dan menyembunyikan daripada pengetahuan Mazlan. Penyembunyianku tidak bertahan lama. Mazlan yang mengetahui ketiadaanku di hadapan televisyen pada waktu kepulangannya membuatkan Mazlan rasa hairan. Tiba-tiba pintu bilikku dibuka. Aku tidak tahan menahan air mataku mengalir dan membiarkan Mazlan melihatnya walaupun aku tidak mahu Mazlan mengetahuinya. Mazlan cepat-cepat datang kepadaku. Aku tiba-tiba terlentok dibahunya. Aku sudah tidak fikirkan apa-apa. Aku hanya memikirkan keadaan ibuku. Kenapa ni sayang? Mazlan bertanya. Aku hanya terdiam dan menangis.

Mazlan melihat telefon bimbitku ditanganku terus Mazlan mengambilnya daripadaku. Aku sudah tidak peduli apa-apa. Mazlan membaca mesej yang dihantar oleh Atikah. Tiba-tiba Mazlan mengeluarkan kata-kata. Bukan ke sayang dah kirimkan wang kepada ibu? Abang dah berikan wang untuk ibu kan? Aku terdiam. Dengan teresak-esak aku menjawab. Maafkan saya,awak. Saya dah menipu awak. Saya sebenarnya tidak pernah pun mengirimkan wang kepada ibu. Saya sebenarnya tidak mahu menggunakan duit awak. Saya tidak pernah pun mengangap awak suami saya dan menantu kepada ibu saya. Saya tidak rela pun menjadi isteri awak tetapi hanya untuk mengembiakna hati ibu saya. Mendengar kata-kata saya itu tadi membuatkan Mazlan rasa bersalah. Mazlan terdiam lantas mendail nombor Atikah.

Assalamualaikum Atikah…
Maaflah ganggu kau..macam ni, aku dengar mak Nadia kesempitan. Betul ke?
Sampai hati kau Mazlan. Kau biarkan mak Nadia merana. Kau bersenang-lenang kat sana.
Aku akan balik ke sana malam ni. Pagi esok sampailah kot. Ujar Mazlan melalui perbualan telefon dengan Atikah.

Awak…maafkan saya..saya tak berniat pun..kita akan balik kampung malam ni..bersiaplah..Mazlan dengan lembut meminta maaf. Bagiku Mazlan tidak bersalah apa-apa pun. Mazlan begitu baik terhadapku Cuma aku tidak menghargainya dan tidak boleh menerimanya. Mazlan menyuruhku bersiap untuk balik ke kampung malam ni. Aku dengan segera berkemas tanpa memikirkan perasaan Mazlan. Aku begitu gembira kerana dapat balik kampung. Tepat jam 9.20 malam kami bertolak. Kami sampai pukul lima pagi. Hatiku begitu gembira namun aku lihat rumahku sunyi sepi. Mak…mak..aku memanggil ibuku..baru aku teringat yang ibuku berada di hospital menemani adikku yang sakit. Adik aku dua orang lagi Atikah yang tolong jagakan. Aku memasuki rumahku. Selesai solat subuh aku berehat di bilikku sementara Mazlan berehat di ruang tamu. Mazlan tidak masuk ke dalam bilikku mungkin dia memahami kata-kataku tadi. Aku melihatnya kesian tetapi aku biarkan dia kesejukkan di luar.

Badanku merasa sejuk teramat. Keadaan pagi yang begitu sejuk membuatkanku terkejut daripada tidur. Aku memang tidur nyenyak walaupun hanya nak berehat sahaja. Aku tidur di atas katil empuk sedangkan Mazlan tidur di atas tikar tanpa alas. Aku bangun daripada katilku lantas menjenguk di luar keadaan Mazlan. Aku lihat dia duduk di kerusi sambil berpelukan. Mukanya begitu sedih sekali. Aku tidak tahu apa yang difikirkannya. Aku menghampirinya tiba-tiba aku melihat air matanya keluar.

Awak, kenapa ni? Awak menangis ke? Aku bertanya Mazlan.
Tak adalah..mata saya masuk habuk tadi. Awak tak tidur ke? Sudahlah tu. Nanti kita pergilah kat adik awak tu. Kita jumpalah ibu awak nanti. Pasal kos perubatan tu tak payah bimbang. Saya akan tanggung semuanya.
Aku dengan angkuh dan tidak berperasaan memaksa Mazlan bersiap cepat dan menghantar aku ke hospital. Mazlan tidak membantah dengan menurut kemahuanku. Aku tiba-tiba tersentuh. Begitu kejam dan kasar aku melayani Mazlan tetapi dia begitu baik kepadaku. Ahhh..aku bukannya suka kat dia..lantak dialah..yang penting ibu dan adikku..

Tak lama kemudian Mazlan selesai mandi dan bersiap. Aku juga bersiap selepas Mazlan masuk mandi tadi. Sedang aku mengemas barang tiba-tiba hatiku berbisik ingin mengetahui sebab Mazlan menangis. Jawapan dia tadi aku tahu hanya menipu. Selesai aku bersiap, aku cepat-cepat bertanya Mazlan.
Awak, saya nak Tanya sesuatu boleh?
Apa? Mazlan menjawab.
Saya tahu awak menipu tadi yang awak cakap mata awak masuk habuk. Saya tahu awak menangis. Kenapa awak menangis? Awak menangis sebab tak dapat cinta saya?
Untuk pengetahuan awak, saya memang tidak mencintai awak. Awak je yang syok sendiri. Saya nak awak tahu semua ini.

Mazlan hanya terdiam dan air matanya sedikit mengalir. Aku terdiam. Hatiku mula rasa bersalah. Mulutku begitu celupar tadi.

Saya minta maaf awak. Mazlan mengucapkan maaf kepadaku. Saya tahu saya dah rampas kebahagiaan awak. Untuk pengetahuan awak…sejak mula saya melihat awak kali pertama di rumah Atikah..hati saya mula tertarik..saya tak kisah pun mengenai latar belakang awak..saya terima awak tidak berpelajaran..saya terima awak anak orang miskin..saya tak marahkan awak walaupun awak layan saya buruk..tapi saya kecewa dengan diri saya sendiri..saya begitu angkuh sehingga tidak bertanya perasaan awak..untuk pengetahuan awak..saya mula syak yang awak tidak suka saya sejak melihat layanan awak tetapi disebabkan saya sayang awak dan memikirkan rumahtangga yang baru terbina saya abaikan je..bagi saya mungkin tak serasi lagi..mungkin mengambil masa..tapi saya silap. Saya silap tafsir. Rupa-rupanya awak memang tak suka saya. Awak tak perlu bimbang. Selesai saja urusan di sini nanti saya akan balik ke Johor seorang. Saya akan uruskan semua perbelanjaan perubatan adik awak. Saya dah sediakan peruntukan untuk awak sekeluarga. Saya akan lepaskan awak. Saya tahu itu yang awak mahu. Saya minta maaf. Saya berdosa dalam hal ni. Saya nak awak tahu. Sejak saya jumpa awak, hati saya tertutup untuk orang lain. Saya cuba yang terbaik untuk awak tapi mungkin awak bukan jodoh saya. Sekali lagi saya minta maaf..(aku lihat air matanya mengalir begitu banyak..)

Mazlan diam lalu mengangkat barang-barang yang aku siapkan tadi untuk ke hospital. Mendengar kata-kata Mazlan tadi membuatkan aku bersalah. Dia cukup baik untukku. Adakah aku akan berjumpa lelaki yang lebih baik daripada ini? Kalau Mazlan lepaskan aku, adakah hidup aku bahagia? Boleh ke lelaki memberi layanan yang baik seperti Mazlan? Mazlan baik…aku mula menangis lantas aku berlari mendapatkan Mazlan terus tubuhnya aku peluk. Mazlan yang terpingga-pingga melepaskan beg.

Maafkan sayang, abang…sayang yang bersalah. Sayang berdosa dengan abang. Jangalah tinggalkan sayang. Sayang minta maaf. Sayang tak nak berpisah dengan abang. Sayang yang bodoh tidak pandai menghargai kasih sayang abang.

Mazlan mengesat air mataku. Mazlan memelukku dengan erat. Aku merelakannya. Aku sudah tak tahan sedih memikirkan yang Mazlan akan meninggalkanku. Aku merelakan Mazlan memelukku walaupun sebelum ni aku tidak suka. Mazlan berkata kepadaku..abang tetap sayang isteri abang ni walau apa keadaan pun. Dah lah menangis. Abang min…tidak sempat Mazlan menghabiskan ucapannya aku menutup mulutnya dan mulutnya aku cium. Mazlan tersenyum gembira. Sayang minta maaf. Sayang janji sayang akan bahagiakan abang.

Dah jomlah kita pergi hospital melawat ibu dan adik. Ujar Mazlan tiba-tiba. Adikku kini selamat menjalani pembedahan dan hidupnya kembali normal. Ibuku tidak lagi hidup susah kerana aku membawanya bersama adik-adikku ke Johor tinggal bersamaku. Aku bahagia mempunyai suami yang begitu menyayangiku dan baik. Hari-hari aku akan memeluk Mazlan sama ada sebelum pergi kerja atau selepas pulang kerja. Aku bersyukur dengan tentuan Illahi..Apa yang berlaku semuanya ada hikmah…aku gembira kini…

Penulisanku,
Mazlie
( Mazlie Muhammad)
UPSI, 17/10/2010
Jam 5.56 PM

Thursday, October 14, 2010

Mencintai Tidak Semestinya Memiliki

Lama tak berceloteh dalam blog. Tugasan sebagai pelajar universiti membuatkan masaku terbatas untuk membuat hal lain. Banyak hari sejak kebelakangan ini aku tengok dalam ‘facebook’ ramai orang meletakkan status berkaitan cinta. Ada yang ‘post’ video jiwang. Ada yang menghebohkan status hubungan. Ada yang meluahkan perasaan cinta dan rindu kepada buah hati melalui ‘facebook’.  Tak terlepas juga ada yang mengepost artikel dan video mengenai kisah lelaki atau menunjukkan lelaki ni jahat dan tak setia. Mungkin sebab putus cinta kot membuatkan mereka ‘post berkaitan tu. Di sini aku bukan nak mengata atau mengutuk. Biasa dan normal seseorang itu ada perasaan cinta kepada seseorang bukan sejenisnya. Tidak normal kalau mempunyai perasaan cinta kepada sejenisnya. Cinta itu anugerah Allah. Mengapa kita nak mempertikaikan? Saya tidak mempertikaikan itu. Saya pun manusia biasa yang mempunyai perasaan cinta itu. Saya mengakuinya.


 Ingatlah bahawa jodoh itu milik Allah. Kita hanya mampu merancang. Adakah kita perlu menghebohkan kepada orang ramai yang kita ni bercinta dengan si dia? Tujuan apakah itu semua? Untuk orang ramai berdoa akan hubungan cinta kita itu? Rasanya tidak perlu. Mengapa saya berkata tidak perlu? Alasannya mudah. Jodoh itu milik Allah. Dalam Islam bercouple itu tidak muncul istilahnya. Yang ada bertunang dan berkahwin dan perlu dihebohkan. Mengapa cinta tak perlu dihebohkan? Bukan ke berkahwin itu tak semestinya kekal? Allah juga yang menetapkan jodoh seseorang. Jawapannya mudah. Berkahwin itu halal dan bercinta tanpa ada ikatan sah itu tidak halal. Tidak perlu kita hebohkan pasal hubungan cinta yang belum pasti. Hebohlah kepada umum mengenai tarikh perkahwinan anda dan jemputlah kawan-kawan anda kerana itu adalah tuntutan.
Begini paling mudah. Perasaan cinta itu anugerah Allah. Jika anda jatuh cinta kepada seseorang dan sedang bercinta dengan seseorang, biarlah anda dan pasangan anda je yang tahu. Tidak perlu menghebohkannya. Nanti apabila sudah pasti dia milik anda, hebohlah kepada sesiapa pun yang si dia tu milik anda. Kalau tak heboh kat facebook dia tu kekasih kita nanti orang lain kebas pula macma mana? Tak ke melepas? Senang jawapannya. Itulah menunjukkan si dia tu bukan jodoh anda. Kalau dia jodoh anda, walau bagaimana keadaan sekalipun cubaan yang datang pasti anda juga memilikinya. Jika anda berpisah kerana dia berjumpa dengan orang lain atau tanpa disangka-sangka sebabnya, sedarlah bahawa itu kekuasaan Allah. Allah mengetahui mana yang terbaik buat hambanya. Hikmah tersembunyi pasti ada. Yakinlah dengan Allah. Anda bercintalah seperti biasa-biasa sahaja. Dah kahwin nanti berkasih sayanglah anda seromantiknya. Anda pasti bahagia.

Dulu saya pernah bercinta dan boleh dikatakan heboh semua orang tahu. Saya yakin masa tu dialah milik saya. Saya yakin bahawa dia jodoh saya. Saya yakin begitu sebab kami saling mencintai dan dia tidak rela berpisah dengan saya. Tanpa disangka. Tanpa diduga hubungan kami berakhir jua. Itulah saya cakap tadi bahawa yakinlah dengan Allah. Allah pasti menghantar sesuatu yang akan membahagiakan kita. InsyaAllah. Mencintai tak semestinya memiliki. Anda boleh mengatakan yang anda hanya mencintai dia seorang sahaja tetapi adakah anda yakin dia milik anda? Ingatlah tiada apa pun yang boleh menandingi kekuasaan Allah. Allah jua yang maha mengetahui. Yakinlah dengan Allah. Jangan kita mengharap kepada manusia tetapi berharaplah kepada Allah. Berharap kepada manusia belum tentu kita dapat tetapi berharap kepada Allah tiada apa pun yang mustahil untuk kita dapat. Yakinlah.

Saya pernah mengajar untuk menjalani salah satu syarat sebagai pelajar pendidikan di sebuah sekolah. Tanpa saya sedari bahawa pemikiran pelajar sekarang ni hebat-hebat. Saya tidak menyangka akan ditanya soalan demikian. Seorang pelajar perempuan berkata kepadaku. ‘’Kalau cikgu seorang yang banyak pengetahuan cuba cikgu jawab satu soalan saya”. Terkejut saya apabila dicabar begitu. Berdebar juga masa tu. Maklumlah sebab kita ni tak boleh jangka apa yang pelajar berfikir. Saya menyaka dia nak mengenakan saya tetapi rupanya tidak. Saya bertanya kepada pelajar tersebut. “ Apa yang awak nak tanya?’’ Saya akan jawab kalau saya boleh jawab. Pelajar tersebut berkata lagi, “ bukan apa cikgu, dah banyak kali saya tanya cikgu lain-lain tetapi jawapannya lebih kurang je. Macam ni cikgu. Allah telah tetapkan kita jodoh dengan seseorang  tetapi tak boleh ke kita mencarinya?. Atau kita perlu menunggunya? Ini soalan yang saya dapat daripada pelajar tersebut. Sebelum saya menjawab soalan itu saya bertanya dulu apa jawapan yang selalu diberi oleh cikgu lain kepada pelajar tersebut. Pelajar itu menjawab macam ni..” cikgu kat jodoh tu dah ditetapkan dan suatu hari nanti akan bertemulah, tak perlu bimbang dan tak perlu bersusah payah”. Cepatlah cikgu..saya nak tahu jawapan cikgu muda pulak. Pelajar tersebut memaksa saya menjawab. Saya dengan spontan menjawab..”beginilah kalau awak nak tahu..rezeki siapa yang bagi? Pelajar itu menjawab “Allah”. Perlu tak kita berusah mencari rezeki? Pelajar itu menjawab “perlulah. Kalau tak macam mana nak dapat rezeki tu. Saya berkata lagi..’bukan ke rezeki tu Allah yang bagi? Mengapa perlu bersusah payah mencari. Mengapa perlu bimbang? Pelajar itu bingung seketika. Pelajar itu menjawab..cikgu, saya tanya cikgu soalan lain kan?bukan pasal rezeki...cepatlah cikgu. Saya berkata kepada pelajar itu yang konsepnya sama saje dengan jodoh tadi. Kalau jodoh Allah tetapkan dan rezeki Allah tetapkan, tetapi kita perlu berusaha mencarinya. Itu semua tidak akan datang bergolek. Begitu dengan rezeki. Sudah kita tahu bahawa Allah memberi rezeki tetapi kita perlu berusaha mencarinya dan yang menetapkan rezeki kita sebanyak mana itu ialah Allah. Sama juga dengan jodoh. Jika jodoh ditetapkan Allah tetapi kita perlu mencarinya. Yang menetapkan dia tu jodoh kita atau tidak ialah Allah. Yakinlah dengan Allah. Janganlah berputus asa. Pelajar tersebut tersenyum lebar dan tak henti-henti ucap terima kasih kepada saya. “cikgu, tak ada lagi yang bagi jawapan sebernas ini, cikgulah yang pertama”. Pelajar tersebut mengeluarkan kata-kata. Sejak daripada peristiwa tu pelajar tersebut ‘respect’ saya.

Maksud yang ingin saya ketengahkan ialah bercinta itu boleh tetapi biarlah kena pada niatnya. Alangkah bagus kalau niat kita untuk menikahinya dan mendapat keredhaan Allah. Mencintai tidak semestinya memiliki. Berusaha mencari tak salah. Yang penting kita tahu niat dan tujuan kita. Biarlah bersederhana dalam bercinta. Jangan kita khayal dengan cinta yang tak pasti. Cinta yang pasti dan kekal abadi ialah cinta Ilahi. Bergembira tak salah tetapi terlalu gembira pada sesuatu yang tak pasti itu sia-sia dan padah menanti sebabnya yang bakal muncul itu adalah duka yang mengahncurkan. Mencintai tidak semestinya memiliki. Mencitai manusia tidak menjanjikan kebahagiaan yang kekal tetapi mencintai Illahi nescaya kekal bahagia. Mencintai tidak semestinya memilik. Mencintai manusia biarlah berpada-pada kerana manusia hanya boleh memberi janji tetapi terbatas untuk menunaikannya. Mencintai Allah sepenuh hati sudah pasti membawa erti dan semua janji-Nya pasti akan ditepati dan tidak mustahil. Yakinlah dengan Allah.

Sebarang komen dialu-alukan....





Tuesday, August 31, 2010

Hidup dan Cinta


Dah lama tak bercerita dalam blog..bila masalah datang ati tak tenang jiwa kacau kerja pun tak menjadi..tula yang saya alami sebelum ni..sebelum saya bercerita panjang mengenai kisah seterusnya, izainkan saya untuk berkata-kata...

Hidup tidak selalunya indah...itulah ketetapan Allah..hidup tanpa masalah bermasalah jugak..hidup penuh dengan masalah juga bermasalah...tapi ingatlah tanpa masalah kita tak akan menjadi manusia yang bijak dan tabah..ingatlah  semua yang datang tu ada hikmahya..terokailah...
Ingin kubuat novel tentang hidupku...ingin kubukukan apa yang aku alami..perkara dan peristiwa yang aku alami cukup bermakna bagiku..berkata-kata memang boleh tapi melakukan sesuatu yang sukar memang tercabar rasa..hidup yang mencabar memang orang tak suka..hidup yang bahagia orang selalu impikan...nak mencapai kebahagiaan tu memang macam-macam cara..memang macam-macam laluan..bagi orang hidup bahagia jika tiada masalah..memang betul tu..tapi bahagiakah kita jika kita selalu menjalani hidup senang tanpa usaha yang mencabar...tanpa merasai kenikmatan kejayaan selepas menghadapi dugaan...
Kehidupanku....
Aku lalui dengan penuh bahagia selepas aku berasa terhina sangat..terhina disebabkan perlakuanku..terhina disebabkan kemahuanku yang bodoh..aku ikut segala kemahuan remajaku tanpa memikirkan kebaikan dan kesan masa hadapan...selepas aku tahu aku ni macam dihina..aku rasa apa yang aku buat semua tu memang sia-sia..memang tak dipandang manusia..apa taknya..kutu rayau  yang hanya tau duduk menyemak di tepi jalan tanpa menghiraukan kehidupan alam yang lain..dari  situ aku mulai terasa..berbaloikah manusia bersifatkan binatang yang tiada harga bagi manusia..oh tidak jeritan hatiku..tapi apa harus aku lakukan..masih boleh lagi ke aku ubah semua ni...sudah tentu boleh...jerit hatiku..bermulalah pengembaraan yang membawa nur dalam hidupku..aku meneroka cabaran hidup yang pahit yang sememangya mencabar bagi kutu rayau..aku berhijrah daripada kelompok kutu yang sememangya bukan spesisku...
Aku mula mencedok sedikit sebanyak cara kehidupan manusia yang normal..bermulalah pengembaraan mencari permata yang akan mengakat status seorang manusia...itulah yang dikatakan ilmu yang bermakna..aku mencarinya tanpa aku segan..tanpa aku malu..aku bemula dari bawah..bagiku biarlah kehidupanku kali ni benar-benar bercahaya..aku tidak hiraukan orang lain pada mulanya..aku ingin mencapai cita-citaku..aku cuba buktikan dan aku Berjaya buktikan pada peringkat awal..aku diangkat sebagai emas yang digilap..dijaga seperti barang berharga..bertuah dan bahagia aku rasa..berbaloi sedikit aku rasa perubahanku ini...aku cuba lagi mengorak langkah yang sudah biasa bagiku..zaman remaja orang kata tak sah kalau tak ada perasaan berperasaan..(ada faham ke?zaman remaja katakana..aku pun tidak kurang sama dengan semua orang..pada mulanya aku tak nak fikir hati dan perasaan..tapi itulah anugerah..anugerah yang tidak diminta tapi diberi percuma...
Aku mula diberi kepercayaan dan tanggungjawab yang sememangnya sukar bagiku yang asalnya kutu rayau tidak bermakna tetapi akhirnya diangkat menjadi raja yang bukannya pemerintah tetapi pemegang tangungjawab pentadbir negeri kecil...dari situlah munculnya berperasaan sesama kawanku yang bukannya kawan sangat..aku dengannya tak ubah seperti anjing dan kucing..patang jumpa memang berperang mulut..hanya diam seketika apabila berjumpa penghuni yang ramai..apabila bersidang disebabkan sama-sama memegang tanguggjawab dalam negeri kecil..orang kata jangan terlalu bencikan seseorang tu sebab lama-lama boleh jadi saying..memang betul..mula-mula anjing dengan kucing tapi akhirnya bagaikan manusia yang penuh dengan kasih sayang..bermulalah hidupku sebagai orang yang berperasaan..hati selalu gembira..dia menerimaku tanpa sebarang syarat..nilah dikatakan anugerah bagiku..bahagia kurasa..hidup aku dengan duniaku..
Akhirnya berita aku berkapit dengannya diketahui pemerintah atasan Negeri tu..maklumlah aku ni dipandang satu negeri 2..aku selalu diperhatikan..dijadikan role model di negeri tersebut..aku diberi kepercayaan untuk menaikkan nama negeri tersebut..aku Berjaya buktikan..memang sudah semestinya semua pemerintah tertinggi tak mahu aku kecundang disebabkan puteri yang muncul dalam hidupku..tapi mereka tak bantah malah memberi sokongan kepadaku..bahagia sangat-sangat..aku ditatang bagaikan menatang minyak yang penuh..aku dilayan seperti raja..semua orang dalam negeri tu tahu aku dengan puteri tersebut..tak dapat nak elak daripada air yang melimpah daripada bekas yang sempit dan berlubang..tak lama kemudian saat dan tarikh berperang sudah muncul..aku kna fokus pada perperangan ini..aku tak mahu kalah kali ni..akhirnya aku berjaya hadapi perperangan tu dengan jayanya..
Kehidupanku bersambung lagi dengan cabaran yang baru..aku akan meninggalkan puteri negeri lama semata-mata untuk meningkatkan pengetahuanku dan mencapai cita-cita yang belum lagi Nampak..bermulalah kehidupanku di negeri baru..dunia yang canggih tidak merosakan aku dengan puteriku..aku selalu berkomunikasi dengan alam maya..kadang-kadang terubat rindu apabila aku pulang cuti ke negeri asalku..orang kata susah nak pertahankan bila berjauhan tapi aku dan dia berjaya buktikan tapi hany satu tahun lebih..mula-mula retak disebabkan hilang kepercayaan..ditambah lagi dengan lauk yang ditambah perisa oleh manusia yang sememangnya penuh dengan hasad...akhirnya bercerailah dua merpati sejoli yang romantik dulu..hancurnya hati ini..begitu susah nak menerima ketentuan tu..tapi aku memahami sunatullah yang ditetapkan..pasrah dan redha je mampu kulakukan...
Hidupku mula rasa tercabar..tak terurus kurasakan..aku sakit menahan seorang diri..mengambil masa untuk aku pulihkan kesakitan ini..ada jugak jiwa yang sanggup menenangkanku..aku dapat ketenangan sedikit..aku mencari ketenangan seorang diri..walaupun aku dan dia tidak seperti dulu tapi aku masih berhubung seperti kawan yang tak berapa nak seperti kawan..setelah lama tak berhubung..hatiku mula ingin mencari hati orang yang ikhlas menerimaku..aku selalu berkarya mengenai keinginanku kepada sahabat karibku..aku dipertemukan dengan peminatnya..aku nasihatkannya untuk berkawan dulu tetapi aku yang selalu berhubung dengannya..apakah ini semua aku mahu?aku cuba mengelak daripada melukakan jiwa sahabat karibku..aku menyatakan kepada peminatnya yang aku ingin dia mencari puteri penganti dalam hidupku..aku diperkenalkan dengan puteri tersebut tetapi hatiku tidak dapat menerimanya..yang peliknya aku hanya berhubung dengan peminat sahabatku..aku berasa senang dengannya..aku ingatkan aku akan bertepuk sebelah tangan tapi memang berbunyilah tepukan kali ni..sebabnya dua-dua menghulurkan tangan..aku mula mencuba dengan puteri baru..lama-lama kemesraan muncul..sinar baru kurasakan dalam hidup manusia yang kosong setelah penuh dengan bahagia yang musnah..kini aku masih dengannya..aku selalu berharap kekal dengannya dan selalu berdoa berkekalan jua akhirnya...amin...menunggu kisah selepas ini macam mana...inilah aku rasakan hidupan aku penuh dengan makna dengan pelbagai dugaan yang pahit..menunggu cerita kisah hidupku yang akan datang..

Tuesday, April 13, 2010

Bisanya Cinta

Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka,
bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.
Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengubat cinta kerana ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.
Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.
Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.
Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan
kerana hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Kerana itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.
Kecewa bercinta bukan bererti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.
Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu
sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.
Hanya diperlukan waktu seminit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan
sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
Hidup tanpa cinta sepeeti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu. Sesungguhnya cinta itu kurniaan Tuhan Yang Maha Esa.
Cintailah orang yang engkau kasihi itu sekadarnya, mungkin saja dia akan menjadi orang yang
kau benci pada suatu hari kelak. Juga bencilah terhadap orang yang kamu benci itu sekadarnya,
barangkali dia akan menjadi orang yang engkau kasihi pada suatu hari nanti.
Janganlah kau tangisi perpisahan dan kegagalan bercinta, kerana pada hakikatnya jodoh itu bukan ditangan manusia.
Atas kasih sayang Tuhan kau dan dia bertemu, dan atas limpahan kasihNya jua kau dan dia dipisahkan
bersama hikmah yang tersembunyi. Pernahkan kau berfikir kebesaranNya itu ?
Cinta itu tidak menjanjikan sebuah rumah tangga aman damai, tetapi penerimaan dan tanggung jawab adalah asas utama kebahagiaan rumah tangga. 
Cinta hanya sebuah keindahan perasaan,
cinta akan bertukar menjadi tanggung jawab apabila terbinanya sebuah rumah tangga.
Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu, jangan mengharapkan
balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah kerana cinta tumbuh dihatimu.
Cinta bukanlah dari kata-kata, tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Cinta lebih mudah mekar dihati yang sedang dilanda kecewa, cinta seperti ini adalah cinta yang mengharapkan belas kasihan,
oleh kerana itu, bila sepi telah punah maka biasanya cinta juga akan turut terbang.
Cinta yang dikaitkan dengan kepentingan peribadi akan berubah menjadi putus asa.
Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan.
Kerana tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita daripada kita mencintai diri orang itu. 
Itu lebih baik daripada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai
diri kita kerana adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.
Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.
Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan. 
Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta. 
Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.
Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.

Luahan Hatiku...
Mazlie

Monday, April 12, 2010

Cinta atau Nafsu?


Sebelum aku bercerita lebih panjang..izinkan aku meminta maaf sekiranya menguris hati dan perasaan mana-mana pihak. Aku manusia biasa yang tidak terlepas daripada nafsu dan perasaan cinta. Aku sekadar memberi ingatan kepada semua kerana memang ini tanggungjawab semua muslim. Aku berasa terpanggil untuk menceritakan keluhan yang selama ini memang aku rasa amat geram..maaf kerana menggunakan bahasa “aku”..

Macam saya cakap tadi,saya manusia biasa yang tidak terlepas daripada nafsu dan perasaan cinta. Nafsu dan rasa cinta itu anugerah Allah..Setiap orang ada semua itu kecuali yang tidak normal..di sini saya ingin menceritakan mengenai orang yang normal bercinta..bercinta biarlah kena pada landasannya..orang cakap cinta zaman remaja yang paling best..entahlah apa yang best..orang cakap tak cinta tak best..tak rock..Tapi apa sebab anda bercinta?kerana apa?kerana nafsu?

Inilah yang sebenarnya perlu diketahui..nak bercinta kalau kerana nafsu memang hancurlah agama..hancurlah kehidupan..Boleh ke bercinta?kenal-kenal dah la..bagitau yang kita suka kat dia dan akan melamar dia satu hari nanti..tak cukup ke?ala..nanti rindu macam mana..mesti nak mesej..tak ada masalah..mesej la..tapi biar la perkara-perkara yang penting..nasihat ke..beri peringatan tentang hubungan kita..boleh la bagitau yang kita sayang dia dan akan setia kat dia..cukuplah tu..

Bercinta kerana nafsu memang seronok..seronok dengan dosa..benda yang haram menjadi halal..yang halal tidak mahu dikejar..yang haram dihalalkan..nak berdua-duaan boleh kalau dah ikut nafsu..berjumpa je katanya..bukan buat apa-apa pun..rindu lama tak jumpa..tapi kenapa berdua-duaan?kenapa tempat tersembunyi?ala..kolot lah..romantik la sikit macam ni..bercinta memang macam ni..pelik-pelik..mula-mula keluar jalan-jalan..sayang jom kita gi pantai tengok ombak..sayang, asyik tengok ombak je bosan la..jom kita pergi tempat lain..jom kita pergi jauh..malam ni sayang tak payah balik la..abang ada kan..mula lah hubungan romantis “suami isteri” yang haram..seronok untuk mengulangi..lama-lama..abang,sayang mengandung anak abang ni..kita kahwin ye bang..ish awak ni..muda lagi la..nanti kita kahwin la..apa boleh buat?sampai masa ditinggalkan lelaki..yang merana?buanglah bayi yang tidak berdosa..menyesal pun tak guna..

Sekadar renungan..

Apabila manusia bertukar sifat buruk kesannya
Kalau dulu anak muda macam anak ayam
Ke mana saja pergi mesti dengan ibu bapa
Kini anak muda tidak seperti itu
Anak muda kini seperti anak penyu
Bila menetas merayap entah ke mana
Tidak kenal ibu bapa..tidak kenal bahaya dan buruk..
Dulu manusia malu menunjuk aurat tapi kini bangga
Nasihat ibu bapa tidak didengar..
Yang didengar nasihat buah hatinya..(abang lah orang paling berharga dalam hidup sayang)
Kalau dulu tersimpul-simpul malu apabila dilamar orang
Tapi kini tidak tahu malu berpelukan di depan orang ramai
Berjumpa berdua-duaan di dalam semak (apa itu?)
Bukan binatang..bukan babi hutan tapi manusia bernafsu binatang..
Bila ditegur berdua-duaan di tempat umum dikatanya kolot..
Sedarlah apabila berdua-duaan itu ada musuh tersembunyi..
Bila seronok berdua mulalah garpu merayap ke riba
Mulalah berlaku perkara dimurkai
Bila begitu bahagia katanya..inilah cinta sejati..
Mulalah dapat baby tanpa bapa..( tanda cinta sejati )
Si bapa mula tidak mengaku akhirnya dicampaknya baby tidak berdosa
Masa ini baru ingat ibu bapa
Baru ingat dosa pahala..( berbaloikah? )
Ingatlah dahulu sebelum bertindak..
Langit tidak selalu cerah..yang bahagia itu mesti dengan keredhaan..

Sunday, January 31, 2010

SALAHKAH BERCINTA???


Orang kata cinta itu lumrah kejadian manusia..Orang kata cinta itu merupakan anugerah..Orang kata cinta itu bahagia…Tak ada cinta xseri hidup ini…Betul ke?? Tapi soalnya boleh ke bercinta??
Kalau dulu kita selalu dengar  “cinta itu buta”..Apa maksud cinta?tu cari sendirilah ye..bagi saya cinta tu rasa kasih, sayang dan rindu akan sesuatu yang bernilai..kalau kita cinta kat barang mewah..tu pun dikira cinta kn..jadi tak salah kan?tapi kalau kita cinta manusia ( kekasih lah )??Boleh ke?
Bila cinta menguasai kita, apa yang buruk pun Nampak baik..tapi betul ke?ada gak yang bercinta sekadar suka-suka..ala cinta monyek,beruk, orang utan dan yang sama waktu dengannya lah..( ni merujuk zaman sekolah lah..)biasalah bercinta dulu-dulu..i lap u..u lap me..surat pun wangi2..kertas pn wangi2..tapi kentut tetap busuk..hehehehe..gurau je..
Tapi memang pun..bila kemaruk bercinta semua kerja tak jadi nak buat..asyik teringat si dia kan..orang kata, kalau tak bercinta macam mana nak kahwin nanti..tak kenal kan..Betul ke?orang dulu2 bercinta ke??kalau ya macam mana?Betul ke tak boleh nak kahwin kalau tak bercinta?tak boleh ke berkahwin dulu baru bercinta?wei..dunia sekarang tak sama macam dulu..orang dulu2 dengar cakap mak bapak..orang sekarang ni anak tak kenal mak bapak..paham ke?( ramai yang tak kenang budi,DERHAKA, buruk peranagai...).kalau macam ni betul gak kan..tak kan nak kahwin dengan orang yang macam tu..mestilah kenal dulu kan..
Tapi yang masalahnya…masa bercinta tak Nampak pun perkara buruk..semua baik je..control je..macam mana tu??tak ke parah macam tu..macam nilah..sesungguhnya jodoh itu sudah ditetapkan oleh Allah..kalau dah jodoh pasti bersatu..berdoalah supaya dapat yang baik..
Jangan marah ye…

Mazlie's Design 2011 © Hak Cipta Terpelihara
Direka Khas Oleh Mazlie Muhammad